Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2008

Zuhud dan Aplikasinya

Oleh: Riwayat attubani

Zuhud terhadap dunia akan mengantarkan manusia kepada cinta ilahi dan dicintai oleh Allah dan makhluk-Nya. Nabi Muhammad Saw menyatakan,zuhudlah terhadap dunia, niscaya engkau akan dicintai oleh Allah Swt. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada ditangan manusia niscaya mereka mencintaimu.(HR. Ibnu Majah)

Amin Syukur menyatakan bahwa wujud dari zuhud dalam keseharian adalah hidup dalamkesederhanaan, wajar, integrative, inklusif, dan aktif dalam berbagai kehidupan dunia, seperti yang dicontahkan oleh Muhammad Saw dan Sahabatnya.

Zuhud terhadap dunia apakah dengan membenci dunia, atau mencari dunia sekedarnya, atau mencari dunia hanya sekedar untuk mencari bekal akherat.

Kenapa hal ini perlu diperjelas, pertanyaan yang perlu diapungkan agar jelas, apa sebenarnya zuhud itu. Sehingga dalam aplikasi secara nyata tidak menyimpang, bahkan berlawanan degan realitas dan esensi ajaran Islam itu sendiri.

Pemikiran dan sikap Hasan Basri berkecenderungan protes atas ketimpangan social pada masanya. Hal berbeda akan terlihat pada masa Iqbal, Iqbal berpendapat bahwa dunia adalah sesuatu yang benar. Manusia dianggap sebgai mitra kerja Tuhan, yang menurut Iqbal Tuhan belum selesai membangun dunia ini sehingga manusia sebagai khalifah fila ard harus menyelesaikan hal tersebut.

Hal yang agak mirip adalah pandangan Sayyid Hosen Naser, beliau menyatakan bahwa dalam hidup seseorang hendaknya menyeimbangkan antara amal dan ilmu, antara kontemplasi dengan dan aksi, dan jangan menjadi seperti biarawan.

Fazlur Rahman mempunyaipandanag bahwa dunai sangat posiitf beliau menolak pandangan yang membenci dunia. pandangan negative terhadap dunia akan menjauhkan manusi berfikir aktif dan dan berfikir positif. Beliau ingin gara tasauf menjadibaru dan kekinian yang menubuhkan keinginan aktif manusia. Menjadikan manusia aktif dan kreatif.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hamka, dunia adalah sesuatu yang positif , menginginkan dunia sekedarnya, tidak terikat oleh segla hal yang bersifat keduniaan, masalah dunia boleh dimiliki, tetapi harus dimanfaatkan untuk bekal akherat.

Zuhud secara eksplisit juga dapat ditemukan dalam surat Yusuf, dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, Yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf.(QS. Yusuf:20)

Read Full Post »

Oleh: Riwayat
Seandainya Buya Hamka Tahu, berandai-andai ah, sudah basi kali? tapi itulah Buya Hamka anak nagarimu telah lari dari jalan yang pernah engkau rintis, kalau engkau tahu Buya Hamka tentu engkau akan menangis dan geram melihat tingkah polah anak nagari di Ranah Minangmu yang telah membesarkanmu. Buya Hamka yang terhormat, kini ranah Minangmu telah menjadi dunia tanpa makna, dunia yang suka glamour, suka hidup bebas dan suka materialisme. entah lah Buya,kini harapan yang pernah engaku torehkan telah habis dan kini hanya tinggal puing, nama besarmu tidak mampu memberi pengaruh, nama besarmu tidak lagi mereka kenang, mereka tidak segan berbuat maksiat di Ranah Minang wahai Buya Hamka. Buya Hmka seandainya engkau tahu tentu sifat  tegas, lugas dan tanpa tedeng aling-alingmu, akan menentang mereka, engaku tidak akan membiarkan mereka larut dalam maksiat ini wahai Buya Hamka. Buya Hamka seandainya engkau tahu tentu engkau akan memberi nasihat, engkau akan memberi petuah untuk anak ranah Minang ini. petuahmu dan kharisma yang engaku miliki mampu memberi mereka kesan malu, dan segan mereka tidak akan mengotori ranah Minangmu dengan seks bebas, seks diluar nikah, pencurian,perampokan dan pembunuhan.
Buya Hamka, engkau pasti akan sedih ketika banyak ninik mamak tidak peduli lagi dengan kemenakannya, engkau akan marah melihat mamak memerkosa kemenakannya, bapak memperkosa anaknya sendiri. Seandainya engkau tahu pasti engkau akan terpaku.

Read Full Post »

Ramadhan bukan Karnaval

Oleh : Riwayat Attubani
karnaval puasa ramadhan setiap tahun dilaksanakan oleh umat Islam. karnaval ini melibatkan banyak orang dari yang sudah alim sampai yang maling semua tobat, semua ikut karnaval puasa jadi karnaval, puasa hanya untuk meraih keuntungan dunia. puasa ramadhan hanya untuk bisnis dunia. sedangkan untuk akherat sangat sedikit jika dibanding dengan dunia. mulai bisnis cendol, sampai bisnis sambal. tidak ketinggalan para artis dan pengiat sinetron, pebisnis Tv semua ikut nimbrung untuk meramaikan karnaval ramadhan. ramadhan dijadikan ajang bisnis, ramadhan hanya untuk mencari keuntungan sementara.
kalau dicermati sebelum ramadhan banyak perilaku yang tidak menunjukkan perilaku Islami, tetapi dengan datangnya ramadhan, semua berlomba untuk lebih Islami, penyiar mulai pakai jilbab pada waktu membaca berita, tapi kalau ramadhan  habis juga jillbabnya. artis berlomba pakai busana Islami, sedangkan kalau tidak bulan ramadhan mereka telanjang alias gak pakai busana islami, mereka pakai busana you can see.
penampilan mereka akan beda antara ramadhan dan di luar ramadhan, ketika ramadhan mereka akan mati-matian berlomba untuk lebih islami dari orang Islam yang taat sepanjang waktu sepanjang umur.
ya bulan ramadhan masih terkesan sebagai karnaval, karnaval budaya, tanpa ruh religi, tanpa semangat keislaman yang tunduk kepada aturan Allah, tunduk sepanjang waktu, sepanjang kehidupannya. tunduk hanya hiasan semu perayaan ramadhan, dan setelah itu karnaval ramadhan berakhir dengan kembali kepada wujud asli tingkah polah mereka-yang telanjang kembali telanjang, yang tidak pakai jilbab kembali tidak pakai.ramadhan bagi mereka ibarat karnaval. itulah karnaval ramadhan, padahal ramadhan bukan karnaval, ramadhan bukan hura-hura. ramadhan bukan untuk karnaval, tetapi bulan untuk merendahkan diri, bulan menyatakan tunduk patuh pada ilahi rabbi rabbi.

Read Full Post »

BILA HATI MENJADI KERAS

By: Riwayat

Yang menyebabkan hati menjadi keras

  1. melupakan kematian dan sakaratnya, alam kubur dan segala yang terjadi di dalamnya.
  2. terlalu cinta dunia dan menjadikan dunia sebagai tujuan utama.
  3. lalai dari mengingat Allah dan membaca ayat-ayat-Nya.
  4. duduk bersama orang-orang yang banyak bercanda dan tertawa, serta lupa untuk mengingat mati.
  5. banyak dosa dan maksiat yang dilakukan.

Gejala sebuah hati yang keras

  1. tidak tersentuhdengan kejadian yang ada di sekitarnya, seperti kematian,ayat-ayat kauniyah,peristiwa-peristiwa ajaib yang terjadi dari waktu ke wakku.
  2. kecanduan terhadap kenikmayan dunia, kepentingan dunia mejadi timbangan utama dalam membenci dan mencintai orang lain.
  3. sangat lamban dalam melaksanakan amal kebajikan.
  4. sulit membebaskan diri dari dosa dan maksiat.
  5. lemahnya motivasi untuk bermala soleh.
  6. melemahnya keinginan mengagungkan Allah,, takut Pada-Nya ,tidak peduli terhadap maksiat dan dosa.
  7. selslu geisha dan merasa tidak tenang. Tegang dalam menghadapi segala sesuatu.
  8. memandang kewajiban dari Allah sebagai beban.

Cara Mengobati Hati Yang Keras

  1. mengambil pelajaran dari kematian “Perbanyaklah mengingat sang penghancur kenikmtan.
  2. menyaksikan mereka yang mengalami sakaratul maut.
  3. berziarah ke kubur.
  4. membayangkan dahsyatnya peristiwa hari kiamat.( cerita orang soleh menggali liang kubur untuk dirinya sambil membaca surat Al-Mukminun:99-100) (Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke duni. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan(QS. AlMukminun:99-100) catatan– [1021] Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.
  5. menganggap dunia sebagai persinggahan dan negeri sesungguhnya adalah akherat.
  6. selalu mengingat Allah dengan lisan dan hati
  7. memperbanyak membaca Al-Quran
  8. istiqomah/ konsisten dalam melaksanakan solat pada waktunya.
  9. mengahdiri majlis para ulama/majlis ta’lim.
  10. berhatai-hati untuk tidak banyak bicara.
  11. memperbanyak istigfar.
  12. memperbanyak doa dan ketundukan kepada Allah.

Read Full Post »

Para Pencari Kekuasaan

Oleh: Riwayat Attubani
Para pencari kekuasaan, ya sekarang banyak orang berlomba untuk mencari kedudukan, jabatan. merekaberlomba untuk mendapatkan kekuasaan dengan cara apapun. para pencari kekuasaan selalu berlomba menjadi pemenang. menjadi manusia nomor satu, menjadi pemimpin. padahal Muhammad Saw pernah memperingatkan kepada semua manusia agar berhati-hati kepada orang yang meminta jabatan. bahkan Nabi Muhammad Saw melarang seseorang meminta jabatan. jabatan adalah amanah, bukan sekedar untuk memperturutkan ambisi dan hawa nafsu.
banyak orang terjebak kepada nafsu kekuasaan,nafsu ingin berkuasa, padahal sebenarnya ia tidak layak untuk menjadi penguasa, yang pantas baginya adalah orang biasa.
sebagai orang beriman tentunya ada sisi hati yang menjadi parameter, menjadi tempat meminta fatwa. Nabi Muhammad Saw menyatakan bahwa jika ada masalah ada problem, ada kendala dalam hidup maka mintalah fatwa pada hati nurani, hati yang bersih, hati nurani adalah hati yang masih terkonek terhadap Tuhannya.
untuk itu menjadi manusia hendaknya jangan mencari dan meminta jabatan, tetapi kalau ada yang meminta hendaknya kita bertanggungjawab dan berusaha memikul amanah itu.

Read Full Post »

Oleh: Riwayat Attubani
pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tahu akan rakyat dan bangsanya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengerti keinginan dan kebutuhan masyarakat yang dipimpinnya, pemimpin yang mau dan tahu kebutuhan rakyat adalah pemimpin sejtai pemimpin yang tidak hanya mementingkan kebutuhan pribadi, tetapi pemimpin yang mementingkan kepentingan mum dibanding dengan kepentingannya sendiri.
pemimpin dalam tataran islam adalah pemimpin yang mempunyai kepribadian AlQuran dan Hadis. pemimpin yang mengejawantahkan ajaran Al-Quran dalam setiap detak, langkah dan aliran darahnya. tidak ada sejengkalpun dalam kehidupannya yang terlewatkan tanpa mengamalkan Al-Quran.
pemimpin dalampandangan islam adalah pemimpin yang mau menerapkan ajaran Islam dalam kepemimpinannya, dalam memimpin selalu emnegdepankan maslahat untuk semua, pemimpin yang selalu menyertakan nilai- nilai dan ruh Al-quran dan hadis dalam setiap langkah dan keputusannya. kepemimpinannya dipenuhi dengan berbagai aktifitas yang menuju keridhoaan Allah.
hal ini akan berbeda dengan pemimpin yang tidak menggunakan al-quran dan Hadis dalam kehidupannya akan cenderung berbuat dan bertingkah laku yang cenderung menjauh dari nilaia- nilai ketuhanan.
pemimpin yang mengerti kebutuhan rakyatnya adalah pemimpin yang selalu amanah, jujur, dan selalu berusaha mencari celah untuk selalu bermanfaat kepada rakyatnya. bermanfaat bagi semua, bermanfaat untuk bangsa dan agamanya.

Read Full Post »