Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2011

blog riwayat– dicari pemimpin yang mau menghukum para koruptor dengan hukuman mati untuk para koruptor. kita heran yang kenapa bangsa yang banyak ini hampir 250 juta orang masa tidak ada yang mau melakukan hukuman mati untuk para koruptor. dari sekian anak bangsa yang jadi anggota dewan, DPR.MPr masa tidak ada yang mau membuat UU yang menghukum mati para koruptor?  saya tetap yakin suatu saat akan ada generasi negeri ini yang mau melakukan hukuman mati untuk para koruptor.  entah kapan, tapi  dsaya tetap optimis hal itu akan datang, kapan waktunya hanya menunggu waktu. yamng pasti kita sebagai bangsa harus tetap optimis akan adanya pemimpin yang benar-benarb pro rakyat.

Read Full Post »

Oleh: Riwayat

Nabi Yusuf adalah putera ke tujuh dari dua belas putera-puteri Nabi Ya’qub. Ia dengan adiknya bernama Benyamin dengan bernama Rahil, saudara sepupu Nabi Ya’qub. Ia dikurniakan Allah rupa yang bagus, paras tampan dan tubuh yang tegap yang menjadikan idaman setiap wanita dan kenangan gadis-gadis remaja. Ia adalah anak yang dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan dengan saudara- saudaranya yang lain, terutamanya setelah ditinggalkan ibu kandung Rahil semasa ia masih berusia dua belas tahun.

Dalam surat Yusuf diinformasikan berbagai macam cobaan, derita yang dialami oleh nabi Yusuf.

Pertama: kebencian saudaranya sendiri. Ini adalahcobaan pertama dalam hidup nabi Yusuf. Ia dibenci oleh saudaranya sendiri saat masih kanak-kanak. Kebencian  berawal dari rasa iri hati atau dengki para saudara Yusuf yang merasa bahwa ayah mereka lebih menyayangi sang adik.

Kedua: dibuang ke dalam sumur. Api kebencian membaut saudara–saudara Yusuf nekat mencelakakan adiknya sendiri. Mereka pun sengaja membuang Yusuf ke dalam sumur.  Tujuan membuang ini adalah untuk membunuh sang adik.

Ketiga: terpisah dari keluarga: ketika Yusuf As. Dibuang ke dalam sumur oleh saudaranya, Yusuf dipaksa berpisah dari keluarganya.  Hal ini makin membuat Yusuf menderita karena pada waktu  dibuang ke dalam sumur, Yusuf  usianya baru 12 tahun.

Yusuf dalam kesendirian, jauh dari keluarganya.

Keempat: menjadi budak, setelah Yusuf selamat dari maut, Yusuf diselamatkan oleh kafilah dari lobang sumur kemudian ia dijual sebagai seorang budak. Ia yang semula merdeka dan anak nabi Yaqub dipksa menjadi hamba sahaya yang tidak mempunyai kebebasan.

Kelima: rayuan dan godaan. Ketika Yusuf beranja dewasa, maka cobaan yang dihadapinya menjadi semakin berat. Yaitu , cobaan menghadapi rayuan dan godaan dari lawan jenis. Salah satunya adalah godaan yang dilakukan oleh istri majikannya sendiri yang cantik dantinggal seatap dengannya, Zulaihah. Beratnya cobaan ini semakin terasa karena Yusuf pada waktu itu berada di masa muda yang penuh gejolak.

Keenam: Fitnah. Cobaan keenam yang diterima Yusuf karena ia menolak mengikuti ajakan penuh nafsu sang istri majikan. Maka ketika sang suami memergoki ulah istrinya, dan Yusuf membeberkan kejadian yang sebenarnya, maka anak nabi Yaqub itu pun terpaksa dipenjara dengan tuduhan telah melakukan penghinaan. Tentu saja, tuduhan tersebut palsu demi menyelamatkan nama baik di majikan. Yusuf telah difitnah.

Ketujuh: masuk penjara. Akibat fitnah majikan, yusuf terpaksa menjadi penghuni penjara selama beberapa tahun. Meski ia tidak mendapat perlakuan kejam di dalam penjara, tetapi hidup di dalam penjara tetap saja berat. Terlepas dari itu, yang membuat cobaan ini lebih berat adalah ia harus menerima tuduhanpalsu yang difitnahkan atas dirinya selama di penjara.

Kedelapan: nikmat dan kekuasaan. Setelah didera derita bertubi-tubi, Allah SWT. Kemudian mengubah jalan hidup Yusuf kea rah lebih baik dari sebelumnya. Bahkan Yusuf menjadi orang kaya dan mempunyai kekuasaan. Ia mempunyai kesempatan dan memiliki semua yang ia inginkan. Meski selintas sebagai nikmat, tetapi sesungguhnya ini adalah satu diantara bentuk cobaan Allah SWT. Yusuf hendak diuji apakah ia mampu berpegang teguh pada prinsipnya dan tetap mengingat Allah SWT di tengah gelimang  kemakmuran dan kesenangan.

Kesembilan: memaafkan saudara-saudaranya. Sungguh memaaafkan jauh lebih berat daripada meminta maaf. Yusuf memaafkan saudaranya yang  jahat dan ingin membunuhnya. Tentu hal ini suatu keadaan yang berat kecuali orang yang mempunyai kahlak yang agung. Yusuf bukan sekedar memaafkan saudara-saudaranya yang jahat, akan tetapi membalas kejahatan saudara-saudaranya dengan kebaikan yang tidak terkira.

Kesepuluh: perubahan nasib yang lebih baik.yang dihadapi nabi Yusuf sesungguhnya merupakan rangkaian cobaan yang  berat. Cobaan demi cobaan silih berganti. Perubahanyang cepat dan silih berganti, dari kasih sayang orang tua menuju kesepian diri, dari kesengsaraan  kesenangan, dari kemiskinan menuju ke harta yang berlimpah dan kekuasaan yang tinggi.

Read Full Post »

bulan Oktober  2011, saya juga mengeluarkan buku manajemen pendidikan Islam, buku ini berusaha ikut serta dalam memperkaya buku referensi manajemen pendidikan Islam, semoga ada manfaatnya cocok untuk mahasiswa  Fak tarbiyah, D3, S1,S2,S3. 

Read Full Post »

Generasi Mesum Minangkabau

generasi mesum MinangkabauBlog Riwayat-di bulan Oktober 2011, saya mengeluarkan buku  tentang keminangkabauan terutama yang terkait dengan pergaulan dan perkembangan gaya hidup generasi muda Minangkabau, yang pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa generasi muda Minangkabau cenderung berbuat mesum dan berbanding terbalik dengan generasi sebelumnya.

Read Full Post »

lama gak nulis di sini

blog riwayat.- lama juga sih  kagak kunjung di blog ini. sehingga gak ada up date tulisannya,kini rasa saya pengen lagi nulis di blog ini. semoga suatu saat nanti menjadi bagian penting dari perjalanan menuju mimpi yang masih sedang berjalan dan rentang tidur panjang menuju sebuah mimpi yang nyata. memang gak dapat dihindari bahwa mimpi kita terkadang terlalu lama, akan tetapi hal itu tentunya tidak membuat kita cuoit hati dan bahkan matai dalam mimpi yang belum menjadi nyata.

Read Full Post »