Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘OPINI’ Category

ketika kita sadar bahwa yang akan mengubah diri kita adalh kita sendiri, maka yakinkan diri bahwa kita dapat menjadi apa yang kita mau sesuai dengan apa yang kita ingin. apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi pada anda. karena  Allah selalu  akan mengabulkan keinginan hambanya selagi ada ketaatan dan kepatuhan.

Napoleon Hill bilang,: kau selalu bisa menjadi orang sebagaimana yang kau inginkan.”

Iklan

Read Full Post »

blog riwayat– dicari pemimpin yang mau menghukum para koruptor dengan hukuman mati untuk para koruptor. kita heran yang kenapa bangsa yang banyak ini hampir 250 juta orang masa tidak ada yang mau melakukan hukuman mati untuk para koruptor. dari sekian anak bangsa yang jadi anggota dewan, DPR.MPr masa tidak ada yang mau membuat UU yang menghukum mati para koruptor?  saya tetap yakin suatu saat akan ada generasi negeri ini yang mau melakukan hukuman mati untuk para koruptor.  entah kapan, tapi  dsaya tetap optimis hal itu akan datang, kapan waktunya hanya menunggu waktu. yamng pasti kita sebagai bangsa harus tetap optimis akan adanya pemimpin yang benar-benarb pro rakyat.

Read Full Post »

Oleh: Riwayat

Nabi Yusuf adalah putera ke tujuh dari dua belas putera-puteri Nabi Ya’qub. Ia dengan adiknya bernama Benyamin dengan bernama Rahil, saudara sepupu Nabi Ya’qub. Ia dikurniakan Allah rupa yang bagus, paras tampan dan tubuh yang tegap yang menjadikan idaman setiap wanita dan kenangan gadis-gadis remaja. Ia adalah anak yang dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan dengan saudara- saudaranya yang lain, terutamanya setelah ditinggalkan ibu kandung Rahil semasa ia masih berusia dua belas tahun.

Dalam surat Yusuf diinformasikan berbagai macam cobaan, derita yang dialami oleh nabi Yusuf.

Pertama: kebencian saudaranya sendiri. Ini adalahcobaan pertama dalam hidup nabi Yusuf. Ia dibenci oleh saudaranya sendiri saat masih kanak-kanak. Kebencian  berawal dari rasa iri hati atau dengki para saudara Yusuf yang merasa bahwa ayah mereka lebih menyayangi sang adik.

Kedua: dibuang ke dalam sumur. Api kebencian membaut saudara–saudara Yusuf nekat mencelakakan adiknya sendiri. Mereka pun sengaja membuang Yusuf ke dalam sumur.  Tujuan membuang ini adalah untuk membunuh sang adik.

Ketiga: terpisah dari keluarga: ketika Yusuf As. Dibuang ke dalam sumur oleh saudaranya, Yusuf dipaksa berpisah dari keluarganya.  Hal ini makin membuat Yusuf menderita karena pada waktu  dibuang ke dalam sumur, Yusuf  usianya baru 12 tahun.

Yusuf dalam kesendirian, jauh dari keluarganya.

Keempat: menjadi budak, setelah Yusuf selamat dari maut, Yusuf diselamatkan oleh kafilah dari lobang sumur kemudian ia dijual sebagai seorang budak. Ia yang semula merdeka dan anak nabi Yaqub dipksa menjadi hamba sahaya yang tidak mempunyai kebebasan.

Kelima: rayuan dan godaan. Ketika Yusuf beranja dewasa, maka cobaan yang dihadapinya menjadi semakin berat. Yaitu , cobaan menghadapi rayuan dan godaan dari lawan jenis. Salah satunya adalah godaan yang dilakukan oleh istri majikannya sendiri yang cantik dantinggal seatap dengannya, Zulaihah. Beratnya cobaan ini semakin terasa karena Yusuf pada waktu itu berada di masa muda yang penuh gejolak.

Keenam: Fitnah. Cobaan keenam yang diterima Yusuf karena ia menolak mengikuti ajakan penuh nafsu sang istri majikan. Maka ketika sang suami memergoki ulah istrinya, dan Yusuf membeberkan kejadian yang sebenarnya, maka anak nabi Yaqub itu pun terpaksa dipenjara dengan tuduhan telah melakukan penghinaan. Tentu saja, tuduhan tersebut palsu demi menyelamatkan nama baik di majikan. Yusuf telah difitnah.

Ketujuh: masuk penjara. Akibat fitnah majikan, yusuf terpaksa menjadi penghuni penjara selama beberapa tahun. Meski ia tidak mendapat perlakuan kejam di dalam penjara, tetapi hidup di dalam penjara tetap saja berat. Terlepas dari itu, yang membuat cobaan ini lebih berat adalah ia harus menerima tuduhanpalsu yang difitnahkan atas dirinya selama di penjara.

Kedelapan: nikmat dan kekuasaan. Setelah didera derita bertubi-tubi, Allah SWT. Kemudian mengubah jalan hidup Yusuf kea rah lebih baik dari sebelumnya. Bahkan Yusuf menjadi orang kaya dan mempunyai kekuasaan. Ia mempunyai kesempatan dan memiliki semua yang ia inginkan. Meski selintas sebagai nikmat, tetapi sesungguhnya ini adalah satu diantara bentuk cobaan Allah SWT. Yusuf hendak diuji apakah ia mampu berpegang teguh pada prinsipnya dan tetap mengingat Allah SWT di tengah gelimang  kemakmuran dan kesenangan.

Kesembilan: memaafkan saudara-saudaranya. Sungguh memaaafkan jauh lebih berat daripada meminta maaf. Yusuf memaafkan saudaranya yang  jahat dan ingin membunuhnya. Tentu hal ini suatu keadaan yang berat kecuali orang yang mempunyai kahlak yang agung. Yusuf bukan sekedar memaafkan saudara-saudaranya yang jahat, akan tetapi membalas kejahatan saudara-saudaranya dengan kebaikan yang tidak terkira.

Kesepuluh: perubahan nasib yang lebih baik.yang dihadapi nabi Yusuf sesungguhnya merupakan rangkaian cobaan yang  berat. Cobaan demi cobaan silih berganti. Perubahanyang cepat dan silih berganti, dari kasih sayang orang tua menuju kesepian diri, dari kesengsaraan  kesenangan, dari kemiskinan menuju ke harta yang berlimpah dan kekuasaan yang tinggi.

Read Full Post »

lama gak nulis di sini

blog riwayat.- lama juga sih  kagak kunjung di blog ini. sehingga gak ada up date tulisannya,kini rasa saya pengen lagi nulis di blog ini. semoga suatu saat nanti menjadi bagian penting dari perjalanan menuju mimpi yang masih sedang berjalan dan rentang tidur panjang menuju sebuah mimpi yang nyata. memang gak dapat dihindari bahwa mimpi kita terkadang terlalu lama, akan tetapi hal itu tentunya tidak membuat kita cuoit hati dan bahkan matai dalam mimpi yang belum menjadi nyata.

Read Full Post »

  1. 1.      Motivasi

Motivasi berasal dari kata motif, yang mempunyai arti alasan seseorang melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi berarti kecenderungan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak melakukan tindakan dengan tujuan tertentu, dapat juga berarti usaha-usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena  ingin mencapai tujuan yang dikehendaki.[1]

Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motif bersifat batiniah, karena hanya yang bersangkutan yang mengetahui motif yang diniatkan, sedangkan orang lain tidak mengetahui, kalaupun mengetahuai hanya bersifat menebak dan mengetahui gejala-gejala, akan tetapi kebenarannya belum dapat dipastikan. Dengan arti lain, motif masih tersembunyi di dalam diri seseorang. Motif akan dapat diketahui ketika yang bersangkutan mengungkapkannya kepada orang lain. Atau dapat diketahui dengan jalan penyelidikan dan penelitian.

Berdasarkan  arti tersebut dapat dimengerti motivasi terkait erat dengan psikologis, gejala-gejala psikologis yang pada akhirnya menjadi semacam kekuatan dan semangat untuk melakukan sesuatu tindakan dalam mencapai yang diinginkan. Motivasi juga  terkait erat dengan sikap kepemimpinan, didalam pengertian tersebut tersirat bahwa manajer mempunyai peran untuk membangkitkan, menggerakkan bawahannnya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatau. Dengan kata lain  manajer mempunyai peran sebagai motivator bagi bawahannya dalam rangka meningkatkan kinerja.

Hikmat menyatakan bahwa motivasi adalah sesuatu yang menggerakkan terjadinya tindakan atau disebut dengan niat.[2] Hal ini memberi kesan bahwa motivasi merupakan awal dari respon seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Terry sebagaimana dikutip Marno dan Triyo Supriyatno mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsang untuk melakukan tindakan-tindakan.[3] Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa motivasi berasal dari dalam diri seseorang, atau bisa juga berasal dari luar diri.

Bagaimana  hubungannya dengan manajerial dan motivasi  dalam kepemimpinan? Apakah dorongan-dorongan yang mereka lakukan kepada anak buahnya mempunyai pengaruh atau sebaliknya tidak memberi efek signifikan? Jika halnya demikian, maka pada  dasarnya munculnya motivasi kemungkinan ada dua sumber pertama dari diri sendiri, kedua dari luar diri. Jika hal ini benar, maka peluang untuk memotivasi dari luar mendapatkan tempatnya.

Nancy Stevenson mendefinisikan motivasi sebagai insentif, dorongan, atau stimulus untuk bertindak, semua hal yang verbal, fisik atau psikologi yang membuat seseorang melakukan sesuatu sebagai respon.[4]Muhammad Utsman Najati menyatakan motivasi adalah kekuatan penggerak yang membangkitkan aktivitas pada makhluk hidup. Motif akan melahirkan perilaku dan mengantarkan makluk hidup pada suatu tujuan.[5] Dapat dipahami bahwa motivasi merupakan sesuatu hal yang menjadi energy pendorong seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Kalau halnya demikian, maka setiap perbuatan  patut diduga ada motif-motif tertentu yang membuat seseorang termotivasi melakukan sesuatu.

Abdul Rahman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahab mendefinisikan segala sesuatu  yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan. John Adair mendefinisikan motivasi  kemampuan umum untuk menggerakkan atau menggairahkan orang agar bertindak.[6] Eugene J. Benge menyatakan motivasi adalah apa saja yang perilaku. Seperti manajer memberikan motivasi dengan cara mengambil tindakan-tindakan yang menyebabkan karyawan penyelia, pelanggan berkelakuan dengan yang yang menguntungkan.[7]

Dari pembahasan sebelumnya dapat dipahami bahwa motivasi adalah kegiatan apapun yang mampu memberi pengaruh terhadap kinerja yang mempunyai kaitan erat dengan tercapainya tujuan bersama. Jika dihubungan dengan pendidikan Islam, maka manajer atau pemimpin dalam lembaga pendidikan hendaknya mampu memberi ruang dan memberi peluang munculnya motivasi dalam diri bawahannya.  Jika bawahan dan semua komponen dalam sebuah institusi mempunyai motivasi yang sama dalam melakukan sesuatu, maka tujuan dari lembaga, organisasi akan terwujud.


[1]Tim Reality,Kamus terbaru Bahasa Indonesia,(Surabaya: Reality Publisher, 2008), h.456

[2]Hikmat,Manajemen Pendidikan,( Bandung: Pustaka Setia,2009), h. 271

[3]Marno dan Triyo Supriyatno, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam,(Bandung, PT. Refika Aditama,2008), h. 21

[4]Nancy Stevenson, Seni Memotivasi, ( Yogyakarta: Andi Yogyakarta, 2001), h. 2

[5]Muhammad Utsman Najati, Psikologi dalam Al-Quran, (Badung: Pustaka Setia, 2005), h.23

[6]John Adair,Menjadi Pemimpin Efektif, judul asli,”Effective Leadership, A Self Development,”penerjemah Lembaga PPM dan  PT Pustaka Binaman Pressindo,(Jakarta:PT Binaman Pressindo,1994), h.177

[7]Eugene J. Benge, Pokok-Pokok Manajemen Modern,judul asli,”Elements of Modern management,penerjemah Rochmulyati Hamzah,”(Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo, 1994), h. 98

Read Full Post »

jangan hanya berwacana

berwacana itu bagus, akan tetapi lebih bagus kalau ada tindak lanjut. betul?

nah, kalau hanya sekedar berwacana , maka hal itu sama saja dengan berbicara doank, akan tetapi kerja tidak ada.

berwacana ingin punya banyak buku, menjadi pengarang, akan tetapi tidak pernah menuliskan sesuatu.

Read Full Post »

kalau aku jadi presiden

blog riwayat-kalau aku jadi presiden, maka aku akan berkuasa hanya dua periode, hanya jika kau dipilih oleh rakyat. jika kau jadi presiden, maka aku akan memperhatikan kebutuhan rakyat. aku aku terapkan hukuman mati untuik para koruptor. sekolah gratis untuk anak miskin.  transparan, akuntable dan membuka diri terhadap masukan yang membangun bangsa ini. hanya jika aku jadi presiden.

Read Full Post »

Older Posts »