Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

ketika kita sadar bahwa yang akan mengubah diri kita adalh kita sendiri, maka yakinkan diri bahwa kita dapat menjadi apa yang kita mau sesuai dengan apa yang kita ingin. apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi pada anda. karena  Allah selalu  akan mengabulkan keinginan hambanya selagi ada ketaatan dan kepatuhan.

Napoleon Hill bilang,: kau selalu bisa menjadi orang sebagaimana yang kau inginkan.”

Read Full Post »

peraturan  dana pensiun bagi anggota dewan perlu dikaji ulang, bayangkan dengan hanya menjabat kurang lebih lima tahun, atau kurang dari lima tahun mendapatkan pensiun seumur hidup, tak dapat dibayangkan berapa dana yang harus diemban oleh negara untuk membayar uang pensiun anggota dewan yang katanya terhormat itu.

Read Full Post »

Imagetahun 2013 buku saya yang berjudul wawasan pendidikan islam dalam Al-Quran diterbitkan. semoag menjadi amal kebaikan bagisaya. harga buku tersebut adalah RP. 40.000. kalaupengen pesan dapat menghubungi saya lewat email di blog ini. terima kasih.

Read Full Post »

1- ((اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ)).

1. “Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.” [10]

2- ((لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ)) ((رَبِّ اغْفِرْ لِيْ)).

2.  ‘Tiada Tuhan yang haq selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang haq selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung’. ‘Wahai, Tuhanku! Ampunilah dosaku’.[11]

3- ((اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ)).

3. “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepadaNya.” [12]

4. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya, Tuhan kami! Tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. Ya Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam Neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolongpun. Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Rabbmu”; maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan- kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”. Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam Surga yang mengalir sungai- sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisiNya pahala yang baik”. Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir ber- gerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk- buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya, bagi mereka Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Rabbnya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (Ali ‘Imran, 3: 190-200). [13] 
———————————

 

[10] HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 11/113, Muslim 4/2083.
[11]. Barangsiapa mengucapkan demikian itu, maka dia diampuni. Apabila dia berdoa, akan dikabulkan. Lalu apabila dia berdiri dan berwudhu, kemudian melakukan shalat, maka shalatnya diterima (oleh Allah). HR. Imam Al-Bukhari dalam Fathul Baari 3/39, begitu juga imam hadits yang lain. Dan lafazh hadits tersebut menurut riwayat Ibnu Majah 2/335.
[12] HR. At-Tirmidzi 5/473 dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/144.
[13] HR Imam Al-Bukhari dalam Fathul Bari 8/237 dan Muslim 1/530.

Read Full Post »

Carut marut perpolitikan di Indonesia tidak lepas darai keadaan masyarakat dan pemimpinnya. Keadaan masyarakat yang miskin dan tertindas menjadikan masyarakat mengalami psikosomatik akut. Yang pada akhirnya menjadikan dirinya seperti monster yang siap menerkam siapa saja yang brena menghalangi niatnya. Tentunya hal ini merugikan banyak orang. Terutama masyarakat yang masih mempunyai harga diri, mempunyai tanggungjawab yang besar terhadap eksistensinya sebagai warga Negara yang baik.
Permasalahan di negeri ini bukan hanya kesalahan rakyatnya, akan tetapi akibat para pemimpin negeri ini yang tidak lagi paham akan hakekat menjadi pemimpin dan memimpin. Pemimpin tidak lagai paham akan posisinya sebagai pemimpin. Pemimpin yang baik seharusnya mampu mendengar keluhan dan aspirasi rakyatnya. Pemimpin negeri ini tidak lagi menyadari bahwa menjadi pemimpin bukan sekedar tanda tangan dan terima gaji, akan tetapi lebih dari itu adalah bagaimana membawa rakyat hidup sejahtera , damai, bahagia dan tercukupi kebutuhan dasarnya sebgaia layaknya manusia.
Seharusnya para pemimpin negeri ini menyadari bahwa menjadi pemimpin itu adalah amanah. Sebab jika tidak di posisikan seperti itu, maka pemimpin akan berbuat semuanya. Padahal Nabi Saw telah menyatakan bahwa setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita pimpin. Kita sebagai bangsa prihatin mencermati keadaan bangsa ini yang makin terpuruk, ditambah lagi perilaku pemimpin yang tidak mampu memimpin dan memaksakan diri untuk menjadi pemimpin.
Negeri ini tidak akan lebih baik, jika masih dipimpin oleh orang-orang yang tidak tahu hakekat memimpin. Untuik itu perlu kiranya generasi-generasi yang benar-benar sadar bahwa menjadi pemimpin adalah siap untuk menjadi pelayan bagai rakyat yang dipimpinnya, pemimpin adalah mereka yang sanggup untuk mendengar suara dan kebwutuhan rakyatnya, serta berusaha menjadi pemimpin yang dicintai rakyatnya dalam naungan ridho Allah SWT. dan akhirnya negeri ini tidak termasuk negeri yang sakit.

Read Full Post »

-Peck dan Havighurst mengembangankan suatu tipologi kepribadian, yang sering dipandang sebagai teori motivasi. keduanya menemukan bahwa ada lima tipe yang mempengaruhi watak pola motivasi individu, yaitu: 1. tipe a-moral, anak dalam katagori ini sangat egosentris, memuaskan diri tanpa memperhatikan orang lain. 2. tipe Expedient, anak agak egosentris, patuh tanpa memiliki sistem moral internal mereka mampu memauaskan diri dan diatur leh kontrol eksternal. 3. tipe kompromis, anak berusaha memenuhi tuntutan eksternal karena takut tidak mendapatkan perhatian dan penghargaan, dalam tataran ini anak belum mempunyai sistem moral internal. 4. tipe irrational conscientius, anak telah memiliki sistem moral internal tentang yang baik dan buruk, tapi dalam pelaksanaan masih kaku. 5. tipe altruistik rasional, pada kondisi ini anak sudah mempunyai sistem mral yang sudah berkembang, ia sadar akan kebutuhan dirinya dan kebutuhan rang lain, sangat sensistif dan suka berkorban untuk orang lain.

Read Full Post »

saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir batin

Read Full Post »

Older Posts »