blog riwayat- dicari pemimpin yang mau menghukum para koruptor dengan hukuman mati untuk para koruptor. kita heran yang kenapa bangsa yang banyak ini hampir 250 juta orang masa tidak ada yang mau melakukan hukuman mati untuk para koruptor. dari sekian anak bangsa yang jadi anggota dewan, DPR.MPr masa tidak ada yang mau membuat UU yang menghukum mati para koruptor? saya tetap yakin suatu saat akan ada generasi negeri ini yang mau melakukan hukuman mati untuk para koruptor. entah kapan, tapi dsaya tetap optimis hal itu akan datang, kapan waktunya hanya menunggu waktu. yamng pasti kita sebagai bangsa harus tetap optimis akan adanya pemimpin yang benar-benarb pro rakyat.
Oleh: Riwayat
Nabi Yusuf adalah putera ke tujuh dari dua belas putera-puteri Nabi Ya’qub. Ia dengan adiknya bernama Benyamin dengan bernama Rahil, saudara sepupu Nabi Ya’qub. Ia dikurniakan Allah rupa yang bagus, paras tampan dan tubuh yang tegap yang menjadikan idaman setiap wanita dan kenangan gadis-gadis remaja. Ia adalah anak yang dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan dengan saudara- saudaranya yang lain, terutamanya setelah ditinggalkan ibu kandung Rahil semasa ia masih berusia dua belas tahun.
Dalam surat Yusuf diinformasikan berbagai macam cobaan, derita yang dialami oleh nabi Yusuf.
Pertama: kebencian saudaranya sendiri. Ini adalahcobaan pertama dalam hidup nabi Yusuf. Ia dibenci oleh saudaranya sendiri saat masih kanak-kanak. Kebencian berawal dari rasa iri hati atau dengki para saudara Yusuf yang merasa bahwa ayah mereka lebih menyayangi sang adik.
Kedua: dibuang ke dalam sumur. Api kebencian membaut saudara–saudara Yusuf nekat mencelakakan adiknya sendiri. Mereka pun sengaja membuang Yusuf ke dalam sumur. Tujuan membuang ini adalah untuk membunuh sang adik.
Ketiga: terpisah dari keluarga: ketika Yusuf As. Dibuang ke dalam sumur oleh saudaranya, Yusuf dipaksa berpisah dari keluarganya. Hal ini makin membuat Yusuf menderita karena pada waktu dibuang ke dalam sumur, Yusuf usianya baru 12 tahun.
Yusuf dalam kesendirian, jauh dari keluarganya.
Keempat: menjadi budak, setelah Yusuf selamat dari maut, Yusuf diselamatkan oleh kafilah dari lobang sumur kemudian ia dijual sebagai seorang budak. Ia yang semula merdeka dan anak nabi Yaqub dipksa menjadi hamba sahaya yang tidak mempunyai kebebasan.
Kelima: rayuan dan godaan. Ketika Yusuf beranja dewasa, maka cobaan yang dihadapinya menjadi semakin berat. Yaitu , cobaan menghadapi rayuan dan godaan dari lawan jenis. Salah satunya adalah godaan yang dilakukan oleh istri majikannya sendiri yang cantik dantinggal seatap dengannya, Zulaihah. Beratnya cobaan ini semakin terasa karena Yusuf pada waktu itu berada di masa muda yang penuh gejolak.
Keenam: Fitnah. Cobaan keenam yang diterima Yusuf karena ia menolak mengikuti ajakan penuh nafsu sang istri majikan. Maka ketika sang suami memergoki ulah istrinya, dan Yusuf membeberkan kejadian yang sebenarnya, maka anak nabi Yaqub itu pun terpaksa dipenjara dengan tuduhan telah melakukan penghinaan. Tentu saja, tuduhan tersebut palsu demi menyelamatkan nama baik di majikan. Yusuf telah difitnah.
Ketujuh: masuk penjara. Akibat fitnah majikan, yusuf terpaksa menjadi penghuni penjara selama beberapa tahun. Meski ia tidak mendapat perlakuan kejam di dalam penjara, tetapi hidup di dalam penjara tetap saja berat. Terlepas dari itu, yang membuat cobaan ini lebih berat adalah ia harus menerima tuduhanpalsu yang difitnahkan atas dirinya selama di penjara.
Kedelapan: nikmat dan kekuasaan. Setelah didera derita bertubi-tubi, Allah SWT. Kemudian mengubah jalan hidup Yusuf kea rah lebih baik dari sebelumnya. Bahkan Yusuf menjadi orang kaya dan mempunyai kekuasaan. Ia mempunyai kesempatan dan memiliki semua yang ia inginkan. Meski selintas sebagai nikmat, tetapi sesungguhnya ini adalah satu diantara bentuk cobaan Allah SWT. Yusuf hendak diuji apakah ia mampu berpegang teguh pada prinsipnya dan tetap mengingat Allah SWT di tengah gelimang kemakmuran dan kesenangan.
Kesembilan: memaafkan saudara-saudaranya. Sungguh memaaafkan jauh lebih berat daripada meminta maaf. Yusuf memaafkan saudaranya yang jahat dan ingin membunuhnya. Tentu hal ini suatu keadaan yang berat kecuali orang yang mempunyai kahlak yang agung. Yusuf bukan sekedar memaafkan saudara-saudaranya yang jahat, akan tetapi membalas kejahatan saudara-saudaranya dengan kebaikan yang tidak terkira.
Kesepuluh: perubahan nasib yang lebih baik.yang dihadapi nabi Yusuf sesungguhnya merupakan rangkaian cobaan yang berat. Cobaan demi cobaan silih berganti. Perubahanyang cepat dan silih berganti, dari kasih sayang orang tua menuju kesepian diri, dari kesengsaraan kesenangan, dari kemiskinan menuju ke harta yang berlimpah dan kekuasaan yang tinggi.
Ditulis dalam keislaman, OPINI, Pendidikan | Tinggalkan sebuah Komentar »
bulan Oktober 2011, saya juga mengeluarkan buku manajemen pendidikan Islam, buku ini berusaha ikut serta dalam memperkaya buku referensi manajemen pendidikan Islam, semoga ada manfaatnya cocok untuk mahasiswa Fak tarbiyah, D3, S1,S2,S3. 
Ditulis dalam Karyaku | Bertanda manajemen pendidikan Islam | Tinggalkan sebuah Komentar »
Blog Riwayat-di bulan Oktober 2011, saya mengeluarkan buku tentang keminangkabauan terutama yang terkait dengan pergaulan dan perkembangan gaya hidup generasi muda Minangkabau, yang pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa generasi muda Minangkabau cenderung berbuat mesum dan berbanding terbalik dengan generasi sebelumnya.
Ditulis dalam Karyaku | Bertanda generasi, mesum, Minangkabau | Tinggalkan sebuah Komentar »
blog riwayat.- lama juga sih kagak kunjung di blog ini. sehingga gak ada up date tulisannya,kini rasa saya pengen lagi nulis di blog ini. semoga suatu saat nanti menjadi bagian penting dari perjalanan menuju mimpi yang masih sedang berjalan dan rentang tidur panjang menuju sebuah mimpi yang nyata. memang gak dapat dihindari bahwa mimpi kita terkadang terlalu lama, akan tetapi hal itu tentunya tidak membuat kita cuoit hati dan bahkan matai dalam mimpi yang belum menjadi nyata.
Ditulis dalam OPINI | Tinggalkan sebuah Komentar »
tak berharap dan tak menyangka kalau blogger bakal error pada hari ini. sebab saya udah siapkan tulisan untuk perbarui posting, eh ndak tahunya mau log in, malah dibilang error alis problem. ada apa ya dengan blogger?… waktuakses ok, akan tetapi mau log in, malah dibilang error,
Ditulis dalam HOT | Tinggalkan sebuah Komentar »
Carut marut perpolitikan di Indonesia tidak lepas darai keadaan masyarakat dan pemimpinnya. Keadaan masyarakat yang miskin dan tertindas menjadikan masyarakat mengalami psikosomatik akut. Yang pada akhirnya menjadikan dirinya seperti monster yang siap menerkam siapa saja yang brena menghalangi niatnya. Tentunya hal ini merugikan banyak orang. Terutama masyarakat yang masih mempunyai harga diri, mempunyai tanggungjawab yang besar terhadap eksistensinya sebagai warga Negara yang baik.
Permasalahan di negeri ini bukan hanya kesalahan rakyatnya, akan tetapi akibat para pemimpin negeri ini yang tidak lagi paham akan hakekat menjadi pemimpin dan memimpin. Pemimpin tidak lagai paham akan posisinya sebagai pemimpin. Pemimpin yang baik seharusnya mampu mendengar keluhan dan aspirasi rakyatnya. Pemimpin negeri ini tidak lagi menyadari bahwa menjadi pemimpin bukan sekedar tanda tangan dan terima gaji, akan tetapi lebih dari itu adalah bagaimana membawa rakyat hidup sejahtera , damai, bahagia dan tercukupi kebutuhan dasarnya sebgaia layaknya manusia.
Seharusnya para pemimpin negeri ini menyadari bahwa menjadi pemimpin itu adalah amanah. Sebab jika tidak di posisikan seperti itu, maka pemimpin akan berbuat semuanya. Padahal Nabi Saw telah menyatakan bahwa setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita pimpin. Kita sebagai bangsa prihatin mencermati keadaan bangsa ini yang makin terpuruk, ditambah lagi perilaku pemimpin yang tidak mampu memimpin dan memaksakan diri untuk menjadi pemimpin.
Negeri ini tidak akan lebih baik, jika masih dipimpin oleh orang-orang yang tidak tahu hakekat memimpin. Untuik itu perlu kiranya generasi-generasi yang benar-benar sadar bahwa menjadi pemimpin adalah siap untuk menjadi pelayan bagai rakyat yang dipimpinnya, pemimpin adalah mereka yang sanggup untuk mendengar suara dan kebwutuhan rakyatnya, serta berusaha menjadi pemimpin yang dicintai rakyatnya dalam naungan ridho Allah SWT. dan akhirnya negeri ini tidak termasuk negeri yang sakit.
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda bangsa, indonesia, korupsi, negeri, politik, sakit | Tinggalkan sebuah Komentar »







